Mengikis Dikotomi Literasi Matematika Dan Islam
Keywords:
Literasi, logika aqliyah matematika, Ayat-ayat Al-Qur’an dalam matematikaAbstract
Literasi dalam pendidikan sangat krusial karena menjadi pondasi utama untuk memahami berbagai disiplin ilmu, mengasah berpikir kritis, dan membentuk karakter siswa. belajar matematika dalam perspektif Islam tidak hanya bermakna untuk menguasai keterampilan analitis dan logis. Lebih dari itu, belajar matematika adalah bagian integral dari pencarian ilmu yang diamanahkan, serta sarana untuk mengenali dan mengagumi tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Mempelajari matematika menjadi jembatan spiritual yang mengarahkan kita pada refleksi mendalam, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat keimanan. Matematika dalam prespektif pemikiran Islam sering kali dianggap sebagai manifestasi dari keteraturan dan harmoni yang ada di alam semesta, yang dianggap sebagai refleksi dari keesaan dan kebijaksanaan Allah. Integrasi nilai Islam dalam literasi matematis terbukti mampu melatih cara berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam mengambil keputusan sehari-hari. Hal ini mencegah bias, mendorong penyelesaian masalah secara logis (problem solving), serta menumbuhkan sikap teliti yang dicintai dalam ajaran Islam. Kata aqliyah berasal dari bahasa Arab yang berarti sesuatu yang berkaitan dengan akal atau rasio. Dalam konteks keilmuan dan agama Islam, istilah ini sering dipasangkan dengan kata 'naqliyah' (wahyu/teks) atau 'kauniyah' (alam semesta).




