Implementasi Pendidikan Karakter dalam Meningkatkan Disiplin Siswa Sekolah Dasar Negeri 38 Wailoa Kabupaten Halmahera Selatan
Keywords:
pendidikan karakter, disiplin siswa, budaya sekolah, sekolah dasarAbstract
Pendidikan karakter merupakan salah satu strategi penting dalam membentuk perilaku disiplin peserta didik di sekolah dasar. Namun, implementasi pendidikan karakter masih menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi oleh kondisi sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter dalam meningkatkan disiplin siswa kelas V di SD Negeri 38 Wailoa, Kabupaten Halmahera Selatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan, penguatan, serta pengembangan budaya sekolah. Program 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun) dan 7K (Keamanan, Ketertiban, Kerapian, Kebersihan, Kerindangan, Kekeluargaan, dan Keindahan) menjadi strategi utama dalam membentuk perilaku disiplin siswa. Faktor pendukung implementasi pendidikan karakter meliputi komitmen guru, dukungan orang tua, kesadaran diri siswa, dan budaya sekolah yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari kurang optimalnya pendampingan keluarga, pengaruh lingkungan sosial, dan teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pendidikan karakter sangat ditentukan oleh konsistensi pembiasaan, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun budaya disiplin peserta didik.




