PENDIDIKAN JIHĀD PERSPEKTIF ISLAM NUSANTARA

Authors

  • fahrul muid IAIN Ternate Author
  • Siti Mutiah Author

Keywords:

Pendidikan Jihad, Islam Nusantara, Jihad Intelektual, Moderasi Beragama, Pesantren

Abstract

Konsep jihad sering kali mengalami simplifikasi dan distorsi makna di lembaga pendidikan di Indonesia akibat infiltrasi ideologi radikal transnasional yang mereduksi makna jihad sebatas konotasi perang fisik (jihad al-qital). Artikel ini mengkaji rekonstruksi teologis dan praktis mengenai "Pendidikan Jihad Perspektif Islam Nusantara" sebagai instrumen strategis agar penanaman nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) pada lembaga pendidikan di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan sosiologis-pedagogis, artikel ini mengeksplorasi bagaimana lembaga pendidikan Islam—khususnya pesantren—mentransformasikan doktrin jihad menjadi gerakan intelektual yang inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan jihad dalam bingkai Islam Nusantara dikonseptualisasikan sebagai jihad intelektual (jihad al-ilmi) dan jihad peradaban (jihad al-hadhari), yang menempatkan aktivitas menuntut ilmu (thalabul ‘ilmi), memberantas kebodohan, dan melestarikan kearifan lokal (lokal wisdom) setara dengan perjuangan di jalan Allah Swt (fi sabilillah) sebagaimana amanat Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 122. Kurikulum pendidikan ini diartikulasikan melalui empat pilar utama manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdilyyah, yaitu tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i'tidal (adil). Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai pendidikan jihad perspektif Islam Nusantara tidak hanya efektif membentengi peserta didik dari paparan radikalisasi siber, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendudukkan nasionalisme dan religiositas secara harmonis guna merawat keberagaman di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Downloads

Published

2026-07-26